Penerapan Manajemen Berdasarkan Nilai dan Reputasi Dalam Pemerintahan

Posted: April 27, 2011 in Manajemen Pemerintahan

Leonard J. Brooks dalam bukunya Business and Professionl Ethics, for Director, Executive, and Accountants terbitan Thompson Southwestern, Toronto pada tahun 2006 mengembangangkan teori tentang manajemen berdasarkan nilai dan reputasi.

Agar dapat mengakomodir kepentingan para stakeholder kedalam kebijakan, strategi, dan operasi perusahaan, para direktur, eksekutif, manager dan karyawan harus memahami sifat dari stakeholder dan kepentingan mereka. Selain itu  muncul sejumlah penelitian tentang value yang terletak pada stakeholder yang dapat digunakan manajemen sebagai acuan dalam membuat  kebijakan, strategi, dan prosedur perusahaan. Yang paling utama dalam hal ini adalah Hypernorm.

Hypernorm adalah nilai yang hampir secara universal dihormati oleh sebagian besar kelompok kelompok dan budaya diseluruh dunia. Nilai tersebut adalah honesty, fairness, compassion, integrity, predictability, dan responsibility.

Selain itu, reputasi juga telah menjadi sebuah konsep yang sangat penting. Reputasi menentukan sukses tidaknya sebuah bisnis dalam mencapai tujuan jangka panangnya. Brook menyebutkan bahwa terdapat 4 komponen yang mempengaruhi reputasi sebuah perusahaan. Komponen tersebut adalah Credibility, Reliability, Trustworthiness, dan Responsibility.

Berdasarkan teori di atas dapat kita lihat bahwa saat ini perkembangan dari manajemen telah bergerak ke arah dimana hubungan antara manajemen dan pelanggan menjadi sangat penting dan perkembangan dari organisasi akan sangat dipengaruhi oleh pandangan para pelanggannya terhadap organisasi tersebut.

Dalam kegiatan pemerintahan, Pemerintah Republik Indonesia sebagai organisasinya dan masyarakat sebagai pelanggannya konsep manajemen ini dapat pula diterapkan. Pada dewasa ini pandangan masyarakat terhadap pemerintahaan tidak baik, reputasi pemerintah pun sangat rendah dikarenakan banyak kasus-kasus yang terjadi dalam lingkungan pemerintahan seperti kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Untuk meningkatkan pelayanannya yang pada akhirnya akan memajukan Republik Indonesia maka hal utama yang harus dilakukan oleh Pemerintah adalah melakukan pembenahan internal terhadap praktek-praktek yang selama ini sudah umum dilakukan. Proses dan kegiatan pembehanan tersebut dilakukan dengan sebaik-baiknya dan dipublikasikan pencapaiannya kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui bahwa pemerintah sedang berusaha untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi selama ini.

Jika masyarakat menyadari proses pembenahan maka diharapkan reputasi pemerintah di mata masyarakat akan meningkat dan pada akhirnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin membaik. Dengan dukungan dari masyarakat maka pemerintah dapat melakukan tindakan-tindakan yang menjadikan Negara Republik Indonesia memiliki kedudukan yang lebih baik di mata dunia dan mensejahterahkan masyarakatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s