Penerapan Manajemen Resiko Etika dalam Pemerintahan

Posted: April 27, 2011 in Manajemen Pemerintahan

Beberapa tahun terakhir banyak kasus-kasus kemanusiaan, bisnis, dan politik yang berakhir dengan krisis global. Banyak dari kejadian tersebut diakibatkan oleh tidak dijunjungnya etika dalam kehidupan organisasi. Pengabaian etika yang dilakukan memberikan dampak yang cukup besar bagi pihak-pihak yang dirugikan, dalam kasus pemerintahaan maka yang dirugikan adalah masyarakat. Brooks, L. (2004), pengabaian etika adalah dilakukannya suatu kegiatan yang dianggap benar oleh para pengambil keputusan, namun membawa dampak merugikan atau dianggap salah oleh pihak lain . Contoh pengabaian etika itu sendiri antara lain adalah, praktek kecurangan dalam pembuatan laporan keuangan, penyuapan, window dressing, dan lain sebagainya.

Sejarah membuktikan, mereka yang mengabaikan etika cenderung mengalami kehancuran lebih cepat daripada mereka yang melibatkan etika didalam keputusan bisnisnya, karena dengan mengabaikan etika, berbagai lini dan segi yang mengandung kesamaan nilai-nilai etika dapat tumbang seperti halnya efek domino. Sebagai contoh, jika pegawai pemerintah melakukan pengambilan keputusan tanpa disertai integritas dan moral, maka pegawai pemerintah lainnya akan cenderung meniru atau melakukan hal yang sama, hal ini kemudian menjalar kepada lini bawah dan berdampak luas, yaitu masyarakat yang merugi akibat keputusan tidak etis.

Berkaca dari beberapa kejadian yang memilukan, para praktisi bisnis dan keuangan dunia mulai memperluas area manajemen risiko mereka. Dari yang awalnya hanya berfokus pada area manajemen risiko bisnis, mereka mulai menyadari bahwa mereka perlu menerapkan manajemen dalam lingkup etika. Dalam literature, manajemen di lingkup etika ini disebut manajemen risiko etika. Dalam Brooks (2004) dinyatakan, para praktisi kini mulai menyadari bahwa meskipun manajemen risiko cenderung berfokus kepada masalah-masalah non-etis, bukti yang ada menunjukkan bahwa penghindaran bencana dan kegagalan juga memerlukan perhatian kepada masalah risiko etika.

Dalam praktek penilaian dan review risiko, terutama yang berkaitan dengan risiko etika, beberapa direktur perusahaan cenderung menganggap hal tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab auditor. Hal ini sangat tidak tepat mengingat perhatian para auditor adalah hanya jika risiko yang ditemukan akan mengakibatkan kekeliruan material dari hasil operasional atau posisi keuangan perusahaan. Lagipula, walaupun auditor juga bertugas untuk melakukan pengujian terhadap sistim pengendalian internal, mereka tidak diwajibkan untuk menemukan setiap masalah. Tidak pernah ada keharusan bagi auditor untuk menemukan dan melaporkan peluang etika, sehingga pihak manajemen harus merancang dan me-review sendiri prosedur manajemen peluang dan risiko etika mereka.

Dalam menjalani proses pemerintahan etika harus dijunjung tinggi dibandingkan dilingkungan organisasi manapun dikarenakan pemerintahan memiliki tanggung jawab yang sangat luas terhadap seluruh masyarakat. Pengembangan kesadaran etika dan review manajemen resiko dalam bidang etika harus terus dikembangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s