PERKARA SUAP INNOSPEC

Posted: April 27, 2011 in Kasus Kerugian Negara

Kasus ini dapat digolongkan sebagai Corruption (Bribery and Bid Rigging) karena majelis hakim telah menyatakan bahwa bekas Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Rachmat Sudibyo menerima suap lebih dari US$ 1 juta (sekitar Rp 9 miliar) dari Innospec melalui agennya di Indonesia, PT Soegih Interjaya. Sejumlah pejabat lain juga disebutkan menerima aliran dana suap. Badan Antikorupsi Inggris (Serious Fraud Office) menyatakan Innospec telah menggelontorkan US$ 17 juta (Rp 153 miliar) untuk pejabat Indonesia selama 1999-2006. Semua itu dilakukan agar pejabat Departemen Energi dan Pertamina guna mempertahankan penggunaan timbal dalam produksi bahan bakar minyak di Indonesia.

Hal ini sesuai dengan pengertian korupsi itu sendiri (diambil dari wikipedia):

“Korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus/politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.”

Dalam hal ini para pejabat di Pertamina menyalahgunakan kekuasaan mereka dengan tetap mempertahankan penggunaan timbal dalam produksi bahan bakar minyak di Indonesia padahal hal itu akan membahayakan kesehatan manusia. Namun para pejabat tersebut mengesampingkan kewajibannya untuk memberikan keputusan yang terbaik bagi masyarakat dan melakukan hal yang merugikan masyarakat demi memperkaya diri sendiri.

Hal ini juga cocok dengan definisi korupsi menurut Jacob Svensson (Senior Economist pada Development Research Group, World Bank) adalah penyalahgunaan jabatan di sektor pemerintahan (misuse of public office) untuk keuntungan pribadi.

Bentuk korupsi yang dilakukan adalah bribery dimana para pejabat menerima suap untuk mempertahankan penggunaan timbal.

Selain itu dalam kasus ini juga terkait bid rigging atau permainan dalam tender. Karena dalam hal ini Pertamina melakukan pembelian dari Innospec untuk timbal yang akan digunakan dalam produksi karena pejabat telah disuap oleh Innospec, bukan dari proses tender yang transparan dan sesuai dengan peraturan. Hal ini tidak sesuai dengan Keppres 80 tahun 2003 dimana untuk pengadaan barang pemerintah yang dibiayai oleh APBN/APBD dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien dengan prinsip persaingan sehat, transparan, terbuka, dan perlakuan yang adil bagi semua pihak, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi fisik, keuangan maupun manfaatnya bagi kelancaran Pemerintah dan pelayanan masyarakat.

Hal awal yang dapat dilakukan oleh Kejaksaan atau KPK dalam mengumpulkan bukti dan barang bukti untuk menyeret para penerima suap ke pengadilan Indonesia adalah dengan pergi ke Inggris dan melakukan menjalin hubungan bilateral dengan meminta ijin menganalisa bukti-bukti yang digunakan oleh Pengadilan Tata Usaha Inggris. Southwark Crown, dalam memutuskan Innospec Ltd bersalah dengan menyuap pejabat Departemen Energi dan Pertamina. Dengan demikian Kejaksaan atau KPK dapat menghemat waktu dalam melakukan penyelidikan dan mendapatkan bukti-bukti yang lebih pasti karena Innospec yang melakukan penyuapan berada di Inggris. Dengan demikian proses penyelidikan pun dapat dilakukan dengan lebih cepat dan kepastian akan didapatkan lebih cepat. Setelah mendapatkan bahan-bahan maka penyelidikan dapat diteruskan di Indonesia terhadap pihak-pihak yang terkait.

Teknik audit investigatif yang tepat untuk mengungkapkan kasus ini di Indonesia adalah dengan menggunakan Memeriksa Dokumen pada    PT Soegih Interjaya (PT SI) yang merupakan agen dari Innospec di Indonesia. Memeriksa dokumen ini dapat dilakukan dengan melacak transaksi keuangan antara PT SI dengan pejabat-pejabat Pertamina. Selain itu pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap data-data digital (computer forensics), seperti korespondensi email yang dilakukan oleh PT SI dengan pejabat-pejabat Pertamina. Apabila pemeriksa menemukan suatu dana yang mencurigakan dalam laporan keuangan atau transaksi PT SI maka pemeriksa dapat menggunakan teknik follow the money untuk melihat kemanakah aliran dana mencurigakan tersebut dan apakah digunakan untuk hal-hal yang sewajarnya atau tidak. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan kerja sama dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana dari PT Soegih (agen Innospec) kepada pejabat-pejabat di Indonesia.

Untuk lebih meyakinkan para pemeriksa (KPK dan Kejaksaan) dapat melakukan audit investigasi dengan metode net worth method ataupun dengan expenditure method. Apabila diketemukan indikasi-indikasi kecurangan maka dapat dilakukan penyidikan lebih lanjut untuk mencari bukti-bukti lanjutan.

Dengan bukti-bukti yang relevan dari Pengadilan Tata Usaha Inggris dan bukti-bukti yang dikumpulkan yang dapat membuktikan bahwa memang ada aliran dana tidak wajar dari PT SI kepada para pejabat-pejabat Pertamina atas nama Innospec untuk penyuapan maka para penerima suap tersebut dapat diproses lebih lanjut dalam Pengadilan di Indonesia.

Bukti-bukti yang harus dikumpulkan dan dari siapa diperoleh:

–       Bukti pembayaran komisi yang dilakukan oleh PT SI kepada para pejabat Pertamina yang berasal dari Innospec atas nama komisi umum dan pembayaran ad-hoc. Innospec memberikan komisi kepada PT SI berupa komisi umum dan pembayaran ad-hoc, komisi yang diterima oleh PT SI ini nantinya diyakini akan digunakan oleh PT SI untuk menyuap para pejabat-pejabat di Indonesia. –> Bukti ini dapat diperoleh dari data-data yang dimiliki oleh PT SI.

–       Bukti korespondensi email antara Innospec dengan PT SI yang memberikan wewenang kepada PT SI untuk melakukan penyuapan terhadap para pejabat-pejabat di Indonesia. –> Bukti ini dapat diperoleh dari email yang ada pada database di PT SI ataupun email-email para pejabat yang bersangkutan. Akan lebih baik untuk memeriksa semua email yang dimiliki oleh para pihak yang terlibat yaitu email kantor maupun email pribadi.

–       Bukti aliran dana dari PT SI kepada para pejabat-pejabat di Indonesia. –> Bukti ini dapat diperoleh dengan melihat aliran dana yang keluar dari PT SI kepada pihak-pihak yang dicurigai. Atau bisa juga dengan cara sebaliknya yaitu dengan memeriksa sumber-sumber pemasukan para pejabat untuk melakukan track back asal dana-dana tersebut. Dapat dilakukan bekerja sama dengan PPATK.

–       Bukti tidak dilakukannya proses tender dalam melakukan pembelian timbal oleh para pejabat Pertamina. –> Dapat diperoleh dari data-data dan dokumen-dokumen yang disimpan oleh Pertamina dalam arsip mereka.

–       Soegih Interjaya mengirimkan dua tagihan palsu senilai US$ 265 ribu dan US$ 295.150 kepada Innospec. Dalam faktur itu disebutkan tagihan itu untuk biaya perjalanan, hotel, dan kebutuhan sehari hari seluruh anggota staf Pertamina dan Lemigas ke luar negeri dalam rangka menghadiri promosi produk dari salah satu usaha Innospec di Singapura. KPMG menemukan dua pembayaran atas faktur fiktif tadi. KPMG curiga karena nilai pengeluaran itu hampir sama persis dengan komisi yang mesti disetor Innospec buat Rachmat, seperti skema yang diulas dalam surat elektronik tadi. Penyuapan buat Rachmat diduga berlanjut hingga 2005. Totalnya US$ 1,32 juta. –> Dapat diperoleh dari dokumen-dokumen Soegih Interjaya.

Untuk bukti-bukti yang telah diperoleh oleh tim investigasi gabungan antara Serious Fraud Office (SFO), Securities and Exchange Commission (pengawas pasar modal di Amerika Serikat), Departemen Kehakiman Amerika, dan Office of Foreign Assets Control Departemen Keuangan Amerika yang berdomisili di London, Inggris. Karena sudah adanya kesepakatan antara KPK dan SFO untuk memberikan bukti-bukti yang diperlukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s