Whistle blower dalam kasus Gayus HP Tambunan

Posted: April 27, 2011 in Manajemen Pemerintahan

Berdasarkan buku Menghitung Kerugian Keuangan Negara dalam Tindak Pidana Korupsi karangan Theodorus M. Tuanakotta, whistle blower adalah orang yang memberitahu kepada yang berwenang tentang pelanggaran yang dilakukan majikannnya yang mempunyai dampak atau dapat merugikan negara. –> Jika berdasarkan pada pengertian ini maka Pol. Susno Duadji adalah seorang whistle blower karena telah membongkar makelar kasus yang terjadi di Mabes Polri, yaitu kasus makelar pajak Gayus Tambunan, seorang pegawai pajak yang direkeningnya ditemukan uang Rp 28 miliar. Ada sedikit perbedaan antara kasus yang terjadi dengan pengertian di atas, yaitu dalam hubungannya pelapor dengan orang yang dilaporkan. Dalam hal ini Susno bukanlah bawahan Gayus dan beberapa pejabat Polri yang diduga terlibat juga merupakan bawahan dari Susno. Namun dalam perkembangannya pelaporan yang dilakukan tidak harus terjadi dalam hubungannya antara bawahan dan majikan.

Definisi dari  whistle blower menurut wikipedia adalah istilah bagi karyawan, mantan karyawan atau pekerja, anggota dari suatu institusi atau organisasi yang melaporkan suatu tindakan yang dianggap melanggar ketentuan kepada pihak yang berwenang. Secara umum segala tindakan yang melanggar ketentuan berarti melanggar hukum, aturan dan persyaratan yang menjadi ancaman pihak publik atau kepentingan publik. Termasuk didalamnya korupsi, pelanggaran atas keselamatan kerja, dan masih banyak lagi. –> Dalam hal ini tindakan Susno dengan membongkar kasus makelar pajak Gayus dapat dikatakan sebagai whistle blower karena hal yang dilakukan Gayus melanggar ketentuan dan Susno melaporkannya kepada pihak yang berwenang.

Agar lahir whistle blower seperti Susno Duadji baru:

Yang perlu dilakukan adalah dengan memberikan perlindungan kepada Susno dari ancaman-ancaman yang dilakukan oleh beberapa oknum terhadap Susno dan keluarganya. Yang membuat orang-orang takut untuk mengungkapkan kebenaran adalah konsekuensi yang akan diterima setelahnya. Seperti kita ketahui kasus-kasus yang menghubungkan antara instansi pastilah sudah sangat mengakar dan melibatkan banyak orang di dalamnya sehingga berbagai konsekuensi dapat diterima oleh para whistle blower.

Susno banyak menerima ancaman dari berbagai pihak dan mendapat dakwaan untuk beberapa hal yang terlihat sengaja dibuat-buat bagi sebagian masyarakat seperti pelanggaran tata tertib Polri dan pencemaran nama baik. Jika memang penahanan Susno adalah berhubungan dengan penyelesaian sengketa yang terjadi di tubuh perusahaan penangkaran ikan arwana, PT Salmah Arowana Lestari sebaiknya Polri melakukan penangkapan dengan sikap yang lebih profesional sehingga tidak menimbulkan kesan bahwa penangkapan itu adalah aksi balas dendam dari beberapa petinggi Polri.

Dengan penangkapan yang terjadi pada Susno dan kesimpangsiuran berita yang menyebabkan penangkapan Susno membuat banyak pihak yang membuat asumsi-asumsi sendiri tentang penangkapan tersebut. Hal ini akan membuat para potensi-potensi whistle blower lainnya menjadi tidak berani untuk mengungkapkan kenyataannya.

Selain itu, mengingat tindakan korupsi yang sangat berakar di Indonesia dan berbagai perlakuan yang diterima oleh para pelapor maka akan lebih baik jika pemerintah membuat suatu aturan dan sistem whistle blower yang baik dan efektif. Sistem ini sebaiknya berada di bawah suatu lembaga jadi pengaturannya menjadi lebih efektif. Dan akan lebih baik jika para pelapor dapat dirahasiakan terlebih dahulu (hanya beberapa pihak saja yang mengetahuinya) sampai kasus menjadi lebih jelas. Aturan-aturan yang jelas dan merinci juga perlu untuk dibuat agar para whistle blower mendapatkan kepastian akan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya. Salah satu aturan yang sangat penting adalah aturan tentang perlindungan saksi.

Penghargaan yang sesuai juga dapat menimbulkan minat yang lebih besar dalam melakukan pengungkapan, salah satu contohnya adalah dengan pemberian Integrity Award seperti yang diterima oleh mantan auditor BPK, Khairiansyah Salman, yang menjadi pelapor dalam kasus suap Mulyana W Kusumah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s